Cara
pertama yaitu mengompor lubang tikus, menggunakan kompor yang telah
dimodifikasi (gambar 4.14) terdiri dari kompor, selang dan gas elpiji
sebagai bahan bakarnya, untuk memusnahkan tikusnya digunakan belerang,
lubang-lubang disekitar ditutup agar tikus tidak lari dan mati didalam
lubangnya. Belerang dibakar menggunakan kompor dan diarahkan kelubang tikus.
Asap belerang ini dapat membutakan mata tikus dan memusnahkannya, karena asap
dari belerang mampu membuat mata tikus pedih, baunya yang menyengat dan
suhu panas yang dihasilkan dari
pembakaran belerang membuat tikus tidak dapat bertahan hidup pada lubang
tersebut. Apabila tikus dapat keluar saat pembakaran belerang ini berlangsung
kepala tikus langsung dipukul dengan tongkat hingga mati.
Cara
kedua yaitu menggunakan umpan yang dicampur menggunakan racumin (gambar 4.15). Tujuannya
membunuh tikus secara tidak langsung. Racumin bersifat racun lambung sehingga
membutuhkan waktu bebrapa hari untuk dapat membunuh tikus tersebut. Cara
pembuatan umpan yaitu dengan mencampur beras lama dengan minyak goring
secukupnya, fungsi minyak goring untuk melekatkan racunmin dengan beras,
setelah tercampur rata kemudian ditambahkan racumin secukupnya sehingga
umpannya bewarna biru muda, biasanya jika warna terlalu gelap umpan tidak akan
dimakan oleh tikus.
Selanjutnya umpan diletakan sedikit – sedikit didepan lubang tikus atau jalan yang sering dilalui oleh tikus. Pakan umpan ditutup dengan sekam agar tidak cepat kering dan untuk menarik perhatian tikus untuk memakan umpan tersebut. Setelah pemberian umpan, 2-3 hari kemudian dilihat umpannya dan juga disekeliling lahan untuk memastikan umpan tersebut dimakan dan ada tidak tikus yang mati. Waktu pemberian umpan ini ketika awal tanam dan selanjutnya sesuai kebutuhan, dan ketika ada tanda terjadinya serangan tikus atau setelah dilakukan pengomporan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar